Kim
Jaejoong JYJ dan Kim Bada (secara resmi) berasal dari Sinawa. Sebuah pasangan
yang tak terduga tetapi tidak ada rasa canggung di antara keduanya. Kim
Jaejoong meluncurkan album solo pertamanya “I” yang di co-produseri oleh Kim
Bada dan Shaun dari The KOXX. Itu adalah hasil dari perpaduan setara dari
hal-hal yang disukainya, hal-hal yang dia kuasai, dan hal-hal yang sesuai
dengan dirinya. Dengan bermacam label seperti seorang anggota dari JYJ dan
actor pendatang baru, dia mungkin merasa terbebani dengan gelar tersebut. Akan
tetapi, ketika dia meluncurkan album solo perdananya, pertimbangan utamanya
hanyalah karena ingin mencoba melakukannya karena dia menyukainya, dan ingin
mencoba melakukannya (untuk penggemarnya) karena dia menyukainya. Kim Jaejoong,
yang kami temui untuk sebuah wawancara para 21 Januari, berbicara terus terang
tentang menyanyikan lagu rock tanpa “tekanan karena music rock sudah disukainya
sejak kecil”, dan tentang perasaannya yang menginginkan untuk “memenuhi
harapan” dari orang-orang yang telah mendukungnya selama ini.
-
Kau memilih lagu-lagu
yang bergenre rock dalam album pertamamu.
Jaejoong: Aku sudah
banyak menyanyikan lagu rock sejak kecil karena aku menyukainya. Bahkan selama
kegiatan grup kami, aku selalu menyanyikan cover lagu rock Korea untuk
penampilan soloku selama konser kami, dan lagu solo yang aku luncurkan di
Jepang juga lagu rock. Walapun ada banyak kesempatan bagiku untuk menampilkan sedikit
lagu rock dengan cara demikian, aku tidak menyangka kami akan memilih music
rock saat aku akhirnya membuat albumku sendiri. Aku hanya banyak berpikir bahwa
aku ingin mencoba melakukannya. Untungnya, banyak orang terkenal seperti Kim
Bada menyambut dan membantuku, jadi kami dapat menghasilkan sebuah album yang
bagus.
-
Nampaknya kau sedikit
kuatir untuk menyanyikan lagu rock
Jaejoong: Karena aku
tidak menyanyikan lagu rock dari awal, ada tekanan mengenai anggapan dan
prasangka orang. Tetapi aku lega setiap orang melihatnya dengan pikiran yang
sangat terbuka. Terlebih, pikiran tentang membuat para penggemar rock atau
masyarakat umum berkata, “Oh, lagu itu bagus” saat mereka mendengar laguku
sangat membantu.
“Album Ini Sendiri adalah Pesanku”
-
Karena ini adalah
album solo perdanamu, kau pasti punya banyak hal yang ingin kau tunjukkan pada
masyarakat, tetapi apa hal yang paling kau fokuskan?
Jaejoong: Aku rasa
album ini sendiri adalah pesanku. Karena album ini menyimpan cerita-cerita yang
ingin aku bagi melalui sebuah genre yang sudah aku sukai sejak kecil. “One
Kiss” adalah sebuah kisah cinta yang diungkapkan secara metafora, “Mine” secara
terus terang mengungkapkan pesan tentang pengalamanku di masa-masa sulit, dan
keberanian dan keinginan untuk melaju ke depan yang hadir di akhir cerita.
“Comfort for Myself” berbicara tentang hal-hal yang dapat terjadi pada siapapun
yang sedang jatuh cinta, dan “All Alone” adalah ungkapan emosi. Aku ingin
mengungkapkan pikiranku melalui berbagai cara seperti ini. Aku rasa orang yang
sudah membeli dan mendengarkan album ini akan memperhatikan bahwa setiap lagu
mempunyai suara dan cara pengungkapan yang berbeda. Suaraku dapat disesuaikan
(tertawa). Aku rasa pelatih vocal yang percaya bahwa lebih baik bernyanyi tanpa
menghias suaramu akan sangat tidak menyukai typeku. Tetapi itu adalah
keinginanku untuk bernyanyi dengan menggunakan suara yang dibutuhkan oleh lagu
itu. Aku harap setiap orang akan dapat mendengarkan dan merasakan sendiri
perbedaan itu. Aku juga berharap bahwa lirik-lirik laguku dapat menyentuh hati
pendengar.
-
Mulai dengan Kim Bada, yang
menggubah “One Kiss” dan “Mine”, Shaun dari The KOXX dan Pia dari Hullang juga
berpartisipasi (dalam produksi).
Jaejoong: Aku tidak kenal secara
pribadi dengan Kim Bada dan para musisi yang melakukan bagian band. Aku bertemu
dengan mereka secara kebetulan melalui seorang teman, dan kami sekarang menjadi
teman baik. Pada awalnya, aku meminta Kim Bada untuk bersedia menulis sebuah
lagu yang bagus untukku. Aku pikir mungkin dia tidak akan bersedia, tetapi dia
benar-benar menuliskannya untukku. Lagu pertama yang dia tulis untukku adalah
“One Kiss”, tapi seketika aku tahu aku ingin menyanyikannya. Yang aku tahu, Kim
Bada belum pernah menulis lagu untuk seseorang yang semuda aku, dan yang
menyanyikan lagu rock untuk pertama kalinya. Tetapi dia sangat aktif
membantuku.
-
Nasehat seperti apa yang diberikan
Kim Bada padamu selama rekaman?
Jaejoong: Sangat berbeda saat kami
mengerjakan “One Kiss” dan “Mine”. Untuk “One Kiss”, dia membantuku memahami
setiap nada vocal. Vokalisasinya sangat berbeda dari pada ketika menyanyikan
lagu pop regular, ada vokalisasi, teknik, dan ekspresi yang dibutuhkan untuk
lagu rock. Dia mengajariku tentang semua itu jadi aku belajar banyak saat
mengerjakannya. Di sisi lain, untuk “Mine”, dia membiarkanku melakukan apa yang
aku inginkan, dengan cara yang aku inginkan. Karena itulah untuk “One Kiss” ada
sedikit bobot lebih dan imej yang lebih solid, sebaliknya ada lebih banyak
perubahan dalam suaraku untuk “Mine”. Saat aku memberitahunya bahwa aku ingin
ada lebih banyak perubahan, antara Bel Canto (“bernyanyi dengan indah”) dan
suara yang lebih serak, dia sangat siap untuk menyetujui bahwa hal itu akan
bagus. Jadi, rekaman berlangsung tanpa interupsi dan mengalir seperti sebuah
live performance.
-
Nampaknya sulit mempelajari teknik
seperti itu dalam waktu singkat
Jaejoong: Aku terus melatih vokalku
di dalam ruang rekaman. Itu sulit karena Kim Bada ingin sebuah vokalisasi
dengan banyak “guratan” untuk diteriakkan, tetapi aku tidak dapat membuat
suaraku keluar dengan cara begitu. Rasanya seperti masa rookieku saat aku
bertemu composer yang sangat menakutkan ketika merekam lagu pertamaku.
Sebenarnya senior (Kim Bada) tidak nampak menakutkan pada awalnya. Dia mencoba
dengan sangat untuk membuatku merasa nyaman, dan mungkin karena aku selalu
melihatnya di acara “I Am Singer” di MBC, dia nampak seperti seseorang yang
sudah sering aku temui. Tapi setelah itu saat aku bertemu dengannya di studio
dia sedikit menakutkan. Aku tidak tahu bahwa dia memiliki begitu banyak tato di
tubuhnya (tertawa). Akan tetapi, walaupun proses rekaman itu sulit, saat
mendengarkan hasilnya setelah kami selesai rekaman, segalanya berubah karena
hasilnya bagus.
-
Di sisi lain, kami juga penasaran
tentang reaksi Kim Bada saat dia pertama kali bertemu denganmu
Jaejoong: Saat itu, karena aku tidak
sempat mandi dengan baik sebelumnya, penampilankau sedikit …(tertawa). Walaupun
itu adalah pertemuan pertama kami, pertemuan itu tidak canggung sama sekali.
Sementara “One Kiss” sangat berbeda dengan lagu-lagu Sinawe, aku merasa bahwa
dalam beberapa hal lagu itu mempunyai rasa bermimpi yang mirip dengan lagu-lagu
dari grup lain senior (Kim Bada), Butterfly Effect. Segera setelah aku mendengar
lagu itu, aku memberikan respon sangat besar karena aku sangat menyukainya. Kim
Bada merespon dengan senyum kecil. Sejak saat itu, seluruh dinding runtuh
(tertawa).
-
Mengenai arah yang ingin kau
kerjakan dibandingkan dengan apa yang dipikirkan Kim Bada, pasti ada saat di
mana ide-ide dari orang-orang yang terlibat dalam produksi harus disatukan.
Siapa yang mengambil inisiatif saat keputusan harus dibuat?
Jaejoong: Kim Bada lah yang berperan
sebagai pemimpin. Dia benar-benar berpartisipasi dengan sangat bersemangat,
bahkan dengan band yang berbeda-beda yang datang untuk bermain. Biasanya dia
pergi saat waktu habis, tapi setelah mendengarkan band bermain, dia terus
meminta mereka bermain lagi, dengan berkata, “Tidak, ini tidak akan berhasil,
kita harus melakukannya lagi.” Bahkan saat perwakilan dari agensi berkata itu
sangat bagus, dia akan berkata, “Tidak, kita harus melakukannya lagi.”
(tertawa) Aku merasa music sebagus itu dapat dihasilkan karena semangatnya. Itu
adalah pertama kalinya aku mengalami proses produksi seperti itu. Biasanya
prosesnya seperti ada demo instrumental, dan vokalnya disesuaikan dengan
sempurna sebelum kita melanjutkan bagian band. Tapi Kim Bada melakukan bagian
band dengan sempurna 100%, sebelum bagian vocal dimasukkan. Dia juga berpikir
bahwa instrument yang dimainkan itu sama pentingnya. Karena itu ada juga
tekanan untuk menangani bagian vocal secara sama sempurnanya. Karena semua
instrument dimainkan dengan sangat baik, aku merasa merinding hanya dengan
mendengarnya.
“Di atas panggung, aku akan menghias diriku,
sesuatu yang telah aku tahan sampai saat ini.”
-
Dengan mengecualikan “You Fill Me
Up”, kau menulis sendiri semua lirik lagu. Apakah membicarakan tentang kisahmu
sendiri membebanimu?
Jaejoong: Tidak ada tekanan. Aku
pikir tujuan keseluruhan album kali ini terbentuk secara kebetulan. Karena aku
menulis “All Alone” sendiri, emosiku secara alami masuk dalam lagu ini.
Walaupun “Mine” dan “One Kiss” digubah oleh Kim Bada, dia mendorongku untuk
menulis sendiri liriknya karena menurutnya mengungkapkan dirimu sendiri dengan
bebas itu sangat penting dalam music rock, dan akan lebih baik bagi orang yang
bernyanyi untuk menyanyikan sebuah pesan yang dia sendiri ingin mengirimkannya.
-
Pada lagu title “Mine”, ada kalimat
“Jangan datang kemari/ Ini adalah lautku (bada)”. Apa arti kalimat itu?
Jaejoong: Aku tidak berkata bahwa
Kim Bada adalah lautku (tertawa). Itu merujuk pada bidang/alam tertentu, tetapi
aku menyamakannya dengan lautan karena kedalamannya. Walupun ada juga langit dan
bumi, sulit untuk menggambarkan kedalaman tanpa hal-hal itu. Lautan adalah
ungkapan yang cocok untuk itu. Lagu itu dimulai dengan kalimat “Kau seperti
seorang yang terjangkit penyakit mengerikan. Racun diludahkan pada banjir
bercampur jeritan, racun yang aku sudah terbiasa dengannya”. Bagian tentang
seorang yang sakit tidak secara literal berarti orang yang sakit, artinya
adalah sesuatu seperti zombie. Seseorang yang kehilangan akal sehatnya dan
terus menerus mengejarku. “Racun diludahkan pada banjir bercampur jeritan”
mengungkapkan rasa bahwa ‘Walaupun aku benar-benar berusaha keras untuk maju,
racun yang terus mendatangiku mengotori dan mencemari’. Karena inilah aku
menulis “racun (yang) diludahkan”. ‘Tetapi sekeras apapun kau meludahkan racun
itu, aku sudah terbiasa dengannya dan baik-baik saja. Jadi jangan datang
mengganggu duniaku.’
-
Dari lirik maupun video musiknya,
“Mine” nampaknya merupakan lagu yang paling intens dalam album ini. Apakah kau
ragu ketika memilihnya sebagai lagu utama?
Jaejoong: Aku benar-benar banyak
memikirkan tentang hal itu sampai akhir, tepat sebelum kami memfilmkan video
musiknya. Pikiran bahwa mungkin “One Kiss”, yang akan lebih mudah diterima oleh
masyarakat umum, akan menjadi pilihan yang lebih baik. Sebaliknya, karena
“Mine” adalah lagu yang sangat kuat, orang-orang akan sangat menyukainya atau
membencinya, jadi aku juga berpikir ini akan sedikit beresiko. Bagaimanapun,
dengan pertimbangan bahwa video musiknya akan difilmkan untuk lagu utama, aku
pikir bahwa di samping musiknya itu sendiri, lagu dengan lebih banyak warna
yang dapat diungkapkan melalui video adalah “Mine”.
-
Burung gagak dan ular yang muncul
dalam video musikmu, nampaknya seolah konsep keseluruhan dari ‘Mine’
berhubungan dengan keadaan yang saat ini sedang kau hadapi.
Jaejoong: Aku rasa memang demikian.
Ular yang melingkar di tubuhku mewakili sesuatu yang terus-menerus mencekikku,
sedangkan berlari melintasi sekumpulan burung gagak menggambarkan menghadapi
dan mengatasi sesuatu yang gelap. Anjing menggonggong, memang seperti itu
(tertawa). Tetapi itu juga berarti bahwa bagaimanapun juga, aku baik-baik saja.
Itu juga merupakan ungkapan kepercayaan diri dalam keteguhan hatiku. Walaupun duniaku
kecil, aku hidup dengan bahagia dan bebas di dalamnya, jadi jangan cari masalah
denganku. Ini bukan tentang perasaan tidak adil atau bahwa sulit untuk
ditanggung. Karena lagu ini adalah lagu yang kuat, liriknya datang padaku
secara alami. Sedangkan “One Kiss” harus diedit. Aku harus menulis ulang secara
keseluruhan apa yang sudah kutulis.
-
Kau juga bekerja sebagai actor saat
ini, apakah kau juga khawatir imej kuat yang kau tampilkan dengan musikmu akan
membawa prasangka tentang dirimu?
Jaejoong: Sebenarnya, itu adalah hal
yang aku khawatirkan. Akan tetapi, aku memutuskan dengan sedikit tergesa-gesa,
untuk mengeluarkan album ini saat ini, demi mereka yang ingin mendengar suara
Jaejoong sebagai seorang penyanyi. Dengan masa yang panjang mengerjakan
kegiatan solo dan tidak bersama JYJ, aku merasa bahwa aku ingin mempersembahkan
music untuk para fans dari Korea maupun di luar negeri yang telah menunggu
lama. Karena itu, tidak apa-apa meskipun ini bukan album penuh. 3 sampai 4
tahun adalah waktu yang cukup lama, bukan. Aku pikir mungkin mereka
mengharapkan lagu baru alih-alih mendengarkan lagu-lagu yang sama, jadi
sejujurnya aku agak tergesa-gesa. Sewajarnya, saat aku mengerjakan proyek ini
satu persatu, imej tentang (Jaejoong sebagai) seorang actor terbentuk, jadi akan
ada orang yang mempertanyakan apakah ada perlunya aku menunjukkan imej yang
begitu kuat. Tentu saja, mungkin memang hal ini tidak terlalu diperlukan, tapi
jika aku memiliki “baju luar” sebagai seorang actor, dan sebuah “baju luar”
sebagai seorang penyanyi, sekali aku mengenakan masing-masing baju luar
tersebut orang-orang akan memusatkan perhatian pada salah satu dari kedua peran
tersebut. Bila warna musiknya seperti ini (misalnya rock), tapi aku memakai
setelan resmi, aku tidak akan bersikap adil pada lagu tersebut.”
-
Kami semua sangat ingin melihat sisi
rocker yang mungkin akan kau tunjukkan di konsermu mendatang, tapi apakah kau
mempunyai “senjata rahasia”?
Jaejoong: Ah tidak, sebenarnya kami
belum memutuskan bagaimana harus melakukannya. Sejujurnya, selama ini aku belum
mengenakan banyak aksesoris, atau mewarnai rambutku, dan mencoba menjalani hidup
dengan pengendalian diri sebesar mungkin. Ini karena aku merasa lebih baik
tidak menghias dirimu sebagai seorang actor. Saat aku mendapatkan sebuah proyek
baru dan mulai memainkan peran tersebut, aku merasa sangat terbuka, seakan
tidak ada hiasan, tapi aku mendapati bahwa ternyata aku sangat menyukainya saat
aku menyadari bahwa, inilah aku, memberikan semua yang kumiliki. Tetapi untuk
album ini, aku ingin menunjukkan kepada fans sebuah panggung yang merupakan
jamuan untuk mata dan telinga, jadi aku akan menghias diriku di panggung dengan
semua yang telah aku tahan selama ini (tertawa).
“Aku iri pada Junsu, yang melakukan tur dunia
sendirian”
-
Dalam video music kau memaki topi
baja menyerupai tanduk, yang meninggalkan kesan yang kuat. Seberapa besar
keterlibatanmu berkaitan dengan konsep dan ide di balik styling tersebut?
Jaejoong: Aku secara pribadi banyak
memberikan ide. Tetapi, director untuk video music tersebut Lee Sang Kyu juga
mempersiapkan banyak perlengkapan kecil untukku. Saat kami pertama kali
memutuskan tema, aku meminta director untuk membaca lirik lagu dan memikirkan
apa yang sesuai (untuk video musiknya). Dan keesokan harinya, dia membawa tema
seperti hukuman penjara, penahanan dan kebebasan, dan malaikat kegelapan, vampir,
kunci, tanduk dan topeng datang bersamanya. Aku rasa dia mempersiapkan banyak
hal yang benar-benar berhasil mengungkapkan lirik lagu itu.
-
Setelah peluncuran album, apa reaksi
paling berkesan yang telah kau lihat atau dengar sejauh ini?
Jaejoong: Yaitu komentar “Video music ini memiliki setiap konsep yang
aku pikir aku ingin Jaejoong lakukan.” Yang telah ditulis seseorang di beberapa
website setelah menonton video music tersebut. Ini karena aku sangat ingin
mewujudkan harapan dari mereka yang mencintaiku. Sebenarnya, ada banyak hal berbeda
yang ingin dilihat fans dariku. Ada orang yang menyukaiku karena penampilanku,
yang menjadi fans setelah menonton dramaku, yang telah menyukai suaraku sejak
dulu. Lalu ada juga yang suka aku lebih kurus, dan yang menyukai diriku dulu
yang berotot. Oleh karena itu, aku sangat ingin memenuhi setiap harapan itu,
dan aku rasa aku berhasil melakukannya dengan album ini. Keseluruhan lima lagu
dalam album ini adalah lagu yang dapat didengarkan baik oleh orang yang
menyukai lagu yang tenang maupun mereka yang menyukai lagu intens yang menarik
hati. Video musiknya menunjukkan bermacam imej sehingga apa yang seharusnya
memerlukan waktu bertahun-tahun telah dipotong oleh satu tahun.
-
Bagaimana jika kau harus memilih
sebuah lagu yang paling kau sukai (dari album ini)?
Jaejoong: Aku suka semua lagu dalam
album ini, hmm… di antara mereka, aku terutama sangat terikat dengan “One Kiss”
dan “All Alone.” Sebenarnya, lagu yang paling banyak kudengarkan saat ini
adalah “All Alone.” Jika aku
mendengarkannya sebelum pergi tidur, aku dapan tidur lebih nyenyak (tertawa). Sejujurnya,
“All Alone” membuatku merasa sedih, sejak aku mulai memainkan tuts piano. Lagu ini
adalah lagu yang tidak terlalu memperhatikan teknik vocal, nada atau ritme,
tetapi focus pada pengungkapan emosi. “One Kiss” adalah sebuah lagu yang sangat
bagus, tetapi sangat sulit direkam, dan liriknya paling sulit ditulis, dan
membuatku pusing. Aku biasanya menulis lagu pada malam hari, dan lagu ini
adalah lagu pertama yang kutulis pada siang hari. Walaupun mengatakan hal ini
mungkin sangat memalukan hingga aku tak dapat menanggungnya (tertawa), saat itu
pada suatu sore, aku sedang berada di studioku dan aku benar-benar tidak dapat
menulis lirik apapun jadi aku menutup mataku. Aku dapat merasakan cahaya matahari
di antara gorden jatuh di mukaku. Lalu, bahkan dengan mata tertutup, aku dapat
merasakan sebuah benda gelap melintasi celah di antara gorden, dan seolah
sebuah tangan terentang dari langit. Pada saat itu, aku mendapatkan saat “ping!”
di kepalaku dan dapat menulis lirik dengan lancar.
-
Bagaimana reaksi Junsu dan Yoochun
terhadapa album ini?
Jaejoong: Junsu menyukai “Mine” dan
Yoochun menyukai “One Kiss”. Yoochun bilang bahwa saat dia pergi ke China, dia
merasa ingin minum segera setelah mendengarkan “One Kiss.” Dan Junsu bilang
(padaku), “Wow hyung, album ini sangat hebat.”
-
Junsu meluncurkan album solonya
lebih dulu, dan tur dunianya sangat sukses. Kami ingin tahu bagaimana kau
berencana melakukan kegiatanmu kali ini.
Jaejoong: Aku sangat iri pada Junsu.
Kenyataan bahwa dia mampu mengadakan tur dunia solo dengan sukses sangat
mengagumkan. Aku mencoba melakukan hal yang sama, tapi karena hanya ada 5 lagu
dalam albumku kali ini jadi tidak cukup.
-
Bukan hanya fans korea, tapi juga
fans dari Jepang telah menunggumu. Karena kalian (JYJ) telah memenangkan
perkara hukum melawan Avex untuk penghapusan kontrak eksklusif dan permintaan
ganti rugi, aku menduga akan ada perubahan berkaitan dengan kegiatan di Jepang.
Jaejoong: Hal pertama
yang kami ingin lakukan adalah bertemu dengan fans kami di Jepang melalui
sebuah konser, dan menunjukkan pada mereka penampilan kami. Dengan putusan
gugatan, jika kami dapat mendistribusikan rekaman kami tanpa pembatasan, kami
ingin meluncurkan sebuah album Jepang resmi. Aku akan gembira jika kami juga
dapat tampil di acara TV.
Source : [K Style News]
Translated & Shared by : dongbangdata.net
Translated & Shared by : dongbangdata.net
Photo credits: C-Jes entertainment









0 komentar:
Posting Komentar