RSS

[INDO TRANS] 130124 Kim Jaejoong “Duniaku Memang Kecil, Tetapi Aku Hidup Dengan Bebas dan Bahagia di Dalamnya”


Kim Jaejoong JYJ dan Kim Bada (secara resmi) berasal dari Sinawa. Sebuah pasangan yang tak terduga tetapi tidak ada rasa canggung di antara keduanya. Kim Jaejoong meluncurkan album solo pertamanya “I” yang di co-produseri oleh Kim Bada dan Shaun dari The KOXX. Itu adalah hasil dari perpaduan setara dari hal-hal yang disukainya, hal-hal yang dia kuasai, dan hal-hal yang sesuai dengan dirinya. Dengan bermacam label seperti seorang anggota dari JYJ dan actor pendatang baru, dia mungkin merasa terbebani dengan gelar tersebut. Akan tetapi, ketika dia meluncurkan album solo perdananya, pertimbangan utamanya hanyalah karena ingin mencoba melakukannya karena dia menyukainya, dan ingin mencoba melakukannya (untuk penggemarnya) karena dia menyukainya. Kim Jaejoong, yang kami temui untuk sebuah wawancara para 21 Januari, berbicara terus terang tentang menyanyikan lagu rock tanpa “tekanan karena music rock sudah disukainya sejak kecil”, dan tentang perasaannya yang menginginkan untuk “memenuhi harapan” dari orang-orang yang telah mendukungnya selama ini.


-       Kau memilih lagu-lagu yang bergenre rock dalam album pertamamu.
Jaejoong: Aku sudah banyak menyanyikan lagu rock sejak kecil karena aku menyukainya. Bahkan selama kegiatan grup kami, aku selalu menyanyikan cover lagu rock Korea untuk penampilan soloku selama konser kami, dan lagu solo yang aku luncurkan di Jepang juga lagu rock. Walapun ada banyak kesempatan bagiku untuk menampilkan sedikit lagu rock dengan cara demikian, aku tidak menyangka kami akan memilih music rock saat aku akhirnya membuat albumku sendiri. Aku hanya banyak berpikir bahwa aku ingin mencoba melakukannya. Untungnya, banyak orang terkenal seperti Kim Bada menyambut dan membantuku, jadi kami dapat menghasilkan sebuah album yang bagus.

-       Nampaknya kau sedikit kuatir untuk menyanyikan lagu rock
Jaejoong: Karena aku tidak menyanyikan lagu rock dari awal, ada tekanan mengenai anggapan dan prasangka orang. Tetapi aku lega setiap orang melihatnya dengan pikiran yang sangat terbuka. Terlebih, pikiran tentang membuat para penggemar rock atau masyarakat umum berkata, “Oh, lagu itu bagus” saat mereka mendengar laguku sangat membantu.


Album Ini Sendiri adalah Pesanku”

-       Karena ini adalah album solo perdanamu, kau pasti punya banyak hal yang ingin kau tunjukkan pada masyarakat, tetapi apa hal yang paling kau fokuskan?
Jaejoong: Aku rasa album ini sendiri adalah pesanku. Karena album ini menyimpan cerita-cerita yang ingin aku bagi melalui sebuah genre yang sudah aku sukai sejak kecil. “One Kiss” adalah sebuah kisah cinta yang diungkapkan secara metafora, “Mine” secara terus terang mengungkapkan pesan tentang pengalamanku di masa-masa sulit, dan keberanian dan keinginan untuk melaju ke depan yang hadir di akhir cerita. “Comfort for Myself” berbicara tentang hal-hal yang dapat terjadi pada siapapun yang sedang jatuh cinta, dan “All Alone” adalah ungkapan emosi. Aku ingin mengungkapkan pikiranku melalui berbagai cara seperti ini. Aku rasa orang yang sudah membeli dan mendengarkan album ini akan memperhatikan bahwa setiap lagu mempunyai suara dan cara pengungkapan yang berbeda. Suaraku dapat disesuaikan (tertawa). Aku rasa pelatih vocal yang percaya bahwa lebih baik bernyanyi tanpa menghias suaramu akan sangat tidak menyukai typeku. Tetapi itu adalah keinginanku untuk bernyanyi dengan menggunakan suara yang dibutuhkan oleh lagu itu. Aku harap setiap orang akan dapat mendengarkan dan merasakan sendiri perbedaan itu. Aku juga berharap bahwa lirik-lirik laguku dapat menyentuh hati pendengar.

-       Mulai dengan Kim Bada, yang menggubah “One Kiss” dan “Mine”, Shaun dari The KOXX dan Pia dari Hullang juga berpartisipasi (dalam produksi).
Jaejoong: Aku tidak kenal secara pribadi dengan Kim Bada dan para musisi yang melakukan bagian band. Aku bertemu dengan mereka secara kebetulan melalui seorang teman, dan kami sekarang menjadi teman baik. Pada awalnya, aku meminta Kim Bada untuk bersedia menulis sebuah lagu yang bagus untukku. Aku pikir mungkin dia tidak akan bersedia, tetapi dia benar-benar menuliskannya untukku. Lagu pertama yang dia tulis untukku adalah “One Kiss”, tapi seketika aku tahu aku ingin menyanyikannya. Yang aku tahu, Kim Bada belum pernah menulis lagu untuk seseorang yang semuda aku, dan yang menyanyikan lagu rock untuk pertama kalinya. Tetapi dia sangat aktif membantuku.

-       Nasehat seperti apa yang diberikan Kim Bada padamu selama rekaman?
Jaejoong: Sangat berbeda saat kami mengerjakan “One Kiss” dan “Mine”. Untuk “One Kiss”, dia membantuku memahami setiap nada vocal. Vokalisasinya sangat berbeda dari pada ketika menyanyikan lagu pop regular, ada vokalisasi, teknik, dan ekspresi yang dibutuhkan untuk lagu rock. Dia mengajariku tentang semua itu jadi aku belajar banyak saat mengerjakannya. Di sisi lain, untuk “Mine”, dia membiarkanku melakukan apa yang aku inginkan, dengan cara yang aku inginkan. Karena itulah untuk “One Kiss” ada sedikit bobot lebih dan imej yang lebih solid, sebaliknya ada lebih banyak perubahan dalam suaraku untuk “Mine”. Saat aku memberitahunya bahwa aku ingin ada lebih banyak perubahan, antara Bel Canto (“bernyanyi dengan indah”) dan suara yang lebih serak, dia sangat siap untuk menyetujui bahwa hal itu akan bagus. Jadi, rekaman berlangsung tanpa interupsi dan mengalir seperti sebuah live performance.

-       Nampaknya sulit mempelajari teknik seperti itu dalam waktu singkat
Jaejoong: Aku terus melatih vokalku di dalam ruang rekaman. Itu sulit karena Kim Bada ingin sebuah vokalisasi dengan banyak “guratan” untuk diteriakkan, tetapi aku tidak dapat membuat suaraku keluar dengan cara begitu. Rasanya seperti masa rookieku saat aku bertemu composer yang sangat menakutkan ketika merekam lagu pertamaku. Sebenarnya senior (Kim Bada) tidak nampak menakutkan pada awalnya. Dia mencoba dengan sangat untuk membuatku merasa nyaman, dan mungkin karena aku selalu melihatnya di acara “I Am Singer” di MBC, dia nampak seperti seseorang yang sudah sering aku temui. Tapi setelah itu saat aku bertemu dengannya di studio dia sedikit menakutkan. Aku tidak tahu bahwa dia memiliki begitu banyak tato di tubuhnya (tertawa). Akan tetapi, walaupun proses rekaman itu sulit, saat mendengarkan hasilnya setelah kami selesai rekaman, segalanya berubah karena hasilnya bagus.

-       Di sisi lain, kami juga penasaran tentang reaksi Kim Bada saat dia pertama kali bertemu denganmu
Jaejoong: Saat itu, karena aku tidak sempat mandi dengan baik sebelumnya, penampilankau sedikit …(tertawa). Walaupun itu adalah pertemuan pertama kami, pertemuan itu tidak canggung sama sekali. Sementara “One Kiss” sangat berbeda dengan lagu-lagu Sinawe, aku merasa bahwa dalam beberapa hal lagu itu mempunyai rasa bermimpi yang mirip dengan lagu-lagu dari grup lain senior (Kim Bada), Butterfly Effect. Segera setelah aku mendengar lagu itu, aku memberikan respon sangat besar karena aku sangat menyukainya. Kim Bada merespon dengan senyum kecil. Sejak saat itu, seluruh dinding runtuh (tertawa).

-       Mengenai arah yang ingin kau kerjakan dibandingkan dengan apa yang dipikirkan Kim Bada, pasti ada saat di mana ide-ide dari orang-orang yang terlibat dalam produksi harus disatukan. Siapa yang mengambil inisiatif saat keputusan harus dibuat?
Jaejoong: Kim Bada lah yang berperan sebagai pemimpin. Dia benar-benar berpartisipasi dengan sangat bersemangat, bahkan dengan band yang berbeda-beda yang datang untuk bermain. Biasanya dia pergi saat waktu habis, tapi setelah mendengarkan band bermain, dia terus meminta mereka bermain lagi, dengan berkata, “Tidak, ini tidak akan berhasil, kita harus melakukannya lagi.” Bahkan saat perwakilan dari agensi berkata itu sangat bagus, dia akan berkata, “Tidak, kita harus melakukannya lagi.” (tertawa) Aku merasa music sebagus itu dapat dihasilkan karena semangatnya. Itu adalah pertama kalinya aku mengalami proses produksi seperti itu. Biasanya prosesnya seperti ada demo instrumental, dan vokalnya disesuaikan dengan sempurna sebelum kita melanjutkan bagian band. Tapi Kim Bada melakukan bagian band dengan sempurna 100%, sebelum bagian vocal dimasukkan. Dia juga berpikir bahwa instrument yang dimainkan itu sama pentingnya. Karena itu ada juga tekanan untuk menangani bagian vocal secara sama sempurnanya. Karena semua instrument dimainkan dengan sangat baik, aku merasa merinding hanya dengan mendengarnya.


Di atas panggung, aku akan menghias diriku, sesuatu yang telah aku tahan sampai saat ini.”

-       Dengan mengecualikan “You Fill Me Up”, kau menulis sendiri semua lirik lagu. Apakah membicarakan tentang kisahmu sendiri membebanimu?
Jaejoong: Tidak ada tekanan. Aku pikir tujuan keseluruhan album kali ini terbentuk secara kebetulan. Karena aku menulis “All Alone” sendiri, emosiku secara alami masuk dalam lagu ini. Walaupun “Mine” dan “One Kiss” digubah oleh Kim Bada, dia mendorongku untuk menulis sendiri liriknya karena menurutnya mengungkapkan dirimu sendiri dengan bebas itu sangat penting dalam music rock, dan akan lebih baik bagi orang yang bernyanyi untuk menyanyikan sebuah pesan yang dia sendiri ingin mengirimkannya.

-       Pada lagu title “Mine”, ada kalimat “Jangan datang kemari/ Ini adalah lautku (bada)”. Apa arti kalimat itu?
Jaejoong: Aku tidak berkata bahwa Kim Bada adalah lautku (tertawa). Itu merujuk pada bidang/alam tertentu, tetapi aku menyamakannya dengan lautan karena kedalamannya. Walupun ada juga langit dan bumi, sulit untuk menggambarkan kedalaman tanpa hal-hal itu. Lautan adalah ungkapan yang cocok untuk itu. Lagu itu dimulai dengan kalimat “Kau seperti seorang yang terjangkit penyakit mengerikan. Racun diludahkan pada banjir bercampur jeritan, racun yang aku sudah terbiasa dengannya”. Bagian tentang seorang yang sakit tidak secara literal berarti orang yang sakit, artinya adalah sesuatu seperti zombie. Seseorang yang kehilangan akal sehatnya dan terus menerus mengejarku. “Racun diludahkan pada banjir bercampur jeritan” mengungkapkan rasa bahwa ‘Walaupun aku benar-benar berusaha keras untuk maju, racun yang terus mendatangiku mengotori dan mencemari’. Karena inilah aku menulis “racun (yang) diludahkan”. ‘Tetapi sekeras apapun kau meludahkan racun itu, aku sudah terbiasa dengannya dan baik-baik saja. Jadi jangan datang mengganggu duniaku.’

-       Dari lirik maupun video musiknya, “Mine” nampaknya merupakan lagu yang paling intens dalam album ini. Apakah kau ragu ketika memilihnya sebagai lagu utama?
Jaejoong: Aku benar-benar banyak memikirkan tentang hal itu sampai akhir, tepat sebelum kami memfilmkan video musiknya. Pikiran bahwa mungkin “One Kiss”, yang akan lebih mudah diterima oleh masyarakat umum, akan menjadi pilihan yang lebih baik. Sebaliknya, karena “Mine” adalah lagu yang sangat kuat, orang-orang akan sangat menyukainya atau membencinya, jadi aku juga berpikir ini akan sedikit beresiko. Bagaimanapun, dengan pertimbangan bahwa video musiknya akan difilmkan untuk lagu utama, aku pikir bahwa di samping musiknya itu sendiri, lagu dengan lebih banyak warna yang dapat diungkapkan melalui video adalah “Mine”.

-       Burung gagak dan ular yang muncul dalam video musikmu, nampaknya seolah konsep keseluruhan dari ‘Mine’ berhubungan dengan keadaan yang saat ini sedang kau hadapi.
Jaejoong: Aku rasa memang demikian. Ular yang melingkar di tubuhku mewakili sesuatu yang terus-menerus mencekikku, sedangkan berlari melintasi sekumpulan burung gagak menggambarkan menghadapi dan mengatasi sesuatu yang gelap. Anjing menggonggong, memang seperti itu (tertawa). Tetapi itu juga berarti bahwa bagaimanapun juga, aku baik-baik saja. Itu juga merupakan ungkapan kepercayaan diri dalam keteguhan hatiku. Walaupun duniaku kecil, aku hidup dengan bahagia dan bebas di dalamnya, jadi jangan cari masalah denganku. Ini bukan tentang perasaan tidak adil atau bahwa sulit untuk ditanggung. Karena lagu ini adalah lagu yang kuat, liriknya datang padaku secara alami. Sedangkan “One Kiss” harus diedit. Aku harus menulis ulang secara keseluruhan apa yang sudah kutulis.

-       Kau juga bekerja sebagai actor saat ini, apakah kau juga khawatir imej kuat yang kau tampilkan dengan musikmu akan membawa prasangka tentang dirimu?
Jaejoong: Sebenarnya, itu adalah hal yang aku khawatirkan. Akan tetapi, aku memutuskan dengan sedikit tergesa-gesa, untuk mengeluarkan album ini saat ini, demi mereka yang ingin mendengar suara Jaejoong sebagai seorang penyanyi. Dengan masa yang panjang mengerjakan kegiatan solo dan tidak bersama JYJ, aku merasa bahwa aku ingin mempersembahkan music untuk para fans dari Korea maupun di luar negeri yang telah menunggu lama. Karena itu, tidak apa-apa meskipun ini bukan album penuh. 3 sampai 4 tahun adalah waktu yang cukup lama, bukan. Aku pikir mungkin mereka mengharapkan lagu baru alih-alih mendengarkan lagu-lagu yang sama, jadi sejujurnya aku agak tergesa-gesa. Sewajarnya, saat aku mengerjakan proyek ini satu persatu, imej tentang (Jaejoong sebagai) seorang actor terbentuk, jadi akan ada orang yang mempertanyakan apakah ada perlunya aku menunjukkan imej yang begitu kuat. Tentu saja, mungkin memang hal ini tidak terlalu diperlukan, tapi jika aku memiliki “baju luar” sebagai seorang actor, dan sebuah “baju luar” sebagai seorang penyanyi, sekali aku mengenakan masing-masing baju luar tersebut orang-orang akan memusatkan perhatian pada salah satu dari kedua peran tersebut. Bila warna musiknya seperti ini (misalnya rock), tapi aku memakai setelan resmi, aku tidak akan bersikap adil pada lagu tersebut.”

-       Kami semua sangat ingin melihat sisi rocker yang mungkin akan kau tunjukkan di konsermu mendatang, tapi apakah kau mempunyai “senjata rahasia”?
Jaejoong: Ah tidak, sebenarnya kami belum memutuskan bagaimana harus melakukannya. Sejujurnya, selama ini aku belum mengenakan banyak aksesoris, atau mewarnai rambutku, dan mencoba menjalani hidup dengan pengendalian diri sebesar mungkin. Ini karena aku merasa lebih baik tidak menghias dirimu sebagai seorang actor. Saat aku mendapatkan sebuah proyek baru dan mulai memainkan peran tersebut, aku merasa sangat terbuka, seakan tidak ada hiasan, tapi aku mendapati bahwa ternyata aku sangat menyukainya saat aku menyadari bahwa, inilah aku, memberikan semua yang kumiliki. Tetapi untuk album ini, aku ingin menunjukkan kepada fans sebuah panggung yang merupakan jamuan untuk mata dan telinga, jadi aku akan menghias diriku di panggung dengan semua yang telah aku tahan selama ini (tertawa).

Aku iri pada Junsu, yang melakukan tur dunia sendirian”

-       Dalam video music kau memaki topi baja menyerupai tanduk, yang meninggalkan kesan yang kuat. Seberapa besar keterlibatanmu berkaitan dengan konsep dan ide di balik styling tersebut?
Jaejoong: Aku secara pribadi banyak memberikan ide. Tetapi, director untuk video music tersebut Lee Sang Kyu juga mempersiapkan banyak perlengkapan kecil untukku. Saat kami pertama kali memutuskan tema, aku meminta director untuk membaca lirik lagu dan memikirkan apa yang sesuai (untuk video musiknya). Dan keesokan harinya, dia membawa tema seperti hukuman penjara, penahanan dan kebebasan, dan malaikat kegelapan, vampir, kunci, tanduk dan topeng datang bersamanya. Aku rasa dia mempersiapkan banyak hal yang benar-benar berhasil mengungkapkan lirik lagu itu.

-       Setelah peluncuran album, apa reaksi paling berkesan yang telah kau lihat atau dengar sejauh ini?
Jaejoong: Yaitu komentar  “Video music ini memiliki setiap konsep yang aku pikir aku ingin Jaejoong lakukan.” Yang telah ditulis seseorang di beberapa website setelah menonton video music tersebut. Ini karena aku sangat ingin mewujudkan harapan dari mereka yang mencintaiku. Sebenarnya, ada banyak hal berbeda yang ingin dilihat fans dariku. Ada orang yang menyukaiku karena penampilanku, yang menjadi fans setelah menonton dramaku, yang telah menyukai suaraku sejak dulu. Lalu ada juga yang suka aku lebih kurus, dan yang menyukai diriku dulu yang berotot. Oleh karena itu, aku sangat ingin memenuhi setiap harapan itu, dan aku rasa aku berhasil melakukannya dengan album ini. Keseluruhan lima lagu dalam album ini adalah lagu yang dapat didengarkan baik oleh orang yang menyukai lagu yang tenang maupun mereka yang menyukai lagu intens yang menarik hati. Video musiknya menunjukkan bermacam imej sehingga apa yang seharusnya memerlukan waktu bertahun-tahun telah dipotong oleh satu tahun.

-       Bagaimana jika kau harus memilih sebuah lagu yang paling kau sukai (dari album ini)?
Jaejoong: Aku suka semua lagu dalam album ini, hmm… di antara mereka, aku terutama sangat terikat dengan “One Kiss” dan “All Alone.” Sebenarnya, lagu yang paling banyak kudengarkan saat ini adalah “All Alone.”  Jika aku mendengarkannya sebelum pergi tidur, aku dapan tidur lebih nyenyak (tertawa). Sejujurnya, “All Alone” membuatku merasa sedih, sejak aku mulai memainkan tuts piano. Lagu ini adalah lagu yang tidak terlalu memperhatikan teknik vocal, nada atau ritme, tetapi focus pada pengungkapan emosi. “One Kiss” adalah sebuah lagu yang sangat bagus, tetapi sangat sulit direkam, dan liriknya paling sulit ditulis, dan membuatku pusing. Aku biasanya menulis lagu pada malam hari, dan lagu ini adalah lagu pertama yang kutulis pada siang hari. Walaupun mengatakan hal ini mungkin sangat memalukan hingga aku tak dapat menanggungnya (tertawa), saat itu pada suatu sore, aku sedang berada di studioku dan aku benar-benar tidak dapat menulis lirik apapun jadi aku menutup mataku. Aku dapat merasakan cahaya matahari di antara gorden jatuh di mukaku. Lalu, bahkan dengan mata tertutup, aku dapat merasakan sebuah benda gelap melintasi celah di antara gorden, dan seolah sebuah tangan terentang dari langit. Pada saat itu, aku mendapatkan saat “ping!” di kepalaku dan dapat menulis lirik dengan lancar.

-       Bagaimana reaksi Junsu dan Yoochun terhadapa album ini?
Jaejoong: Junsu menyukai “Mine” dan Yoochun menyukai “One Kiss”. Yoochun bilang bahwa saat dia pergi ke China, dia merasa ingin minum segera setelah mendengarkan “One Kiss.” Dan Junsu bilang (padaku), “Wow hyung, album ini sangat hebat.”

-       Junsu meluncurkan album solonya lebih dulu, dan tur dunianya sangat sukses. Kami ingin tahu bagaimana kau berencana melakukan kegiatanmu kali ini.
Jaejoong: Aku sangat iri pada Junsu. Kenyataan bahwa dia mampu mengadakan tur dunia solo dengan sukses sangat mengagumkan. Aku mencoba melakukan hal yang sama, tapi karena hanya ada 5 lagu dalam albumku kali ini jadi tidak cukup.

-       Bukan hanya fans korea, tapi juga fans dari Jepang telah menunggumu. Karena kalian (JYJ) telah memenangkan perkara hukum melawan Avex untuk penghapusan kontrak eksklusif dan permintaan ganti rugi, aku menduga akan ada perubahan berkaitan dengan kegiatan di Jepang.
Jaejoong: Hal pertama yang kami ingin lakukan adalah bertemu dengan fans kami di Jepang melalui sebuah konser, dan menunjukkan pada mereka penampilan kami. Dengan putusan gugatan, jika kami dapat mendistribusikan rekaman kami tanpa pembatasan, kami ingin meluncurkan sebuah album Jepang resmi. Aku akan gembira jika kami juga dapat tampil di acara TV.

Source : [K Style News]
Translated & Shared by : dongbangdata.net
Photo credits: C-Jes entertainment

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar